Walhasil, akhirnya jadi juga ke pasar setelah 3 hari direncanakan dan selalu bangun kepagian -katanya kan kalo subuh harga dipasar masih murah, karena perkiraan yang beli adalah rata-rata orang yang akan menjual kembali dalam bentuk eceran-..
Di Pasar Pannampu tepatnya, setelah motor diparkir, saatnya hunting kebutuhan. Terong, Wortel, kacang panjang sudah terbeli, Eitsss...., tapi tidak sampai di situ, masih perlu keliling-keluling pasar lagi cari penjual Labu siam, kentang dan Cabe besar yang harganya lebih murah.

Luar biasa, suatu hal yang sudah menjadi rutinitas orang-orang ini yang mungkin kadang merasa lelah dan jenuh, tapi demi sesuap nasi mengais rejeki, menjadi hal yang luar biasa bagi orang-orang seperti aku.
Ketahuilah.., Aktifitas keseharianmu bisa menjadi suatu hal yang luar biasa bagi sebagian orang. hanya rutinitas atau keberulanganlah yang membuat kita jenuh.
Kamis, 13 Oktober 2011, Makassar
Usman
Lihat juga :
- "PERSAHABATAN YANG LEBIH DARI PERSAHABATAN"
- Skandal di Layar MonitorKu
Mau masak apa nih ... ???
BalasHapusAsal pasarnya nda becek, saya juga suka pergi kepasar :)
BalasHapusini baru suami siaga....ngantar ke pasar...hehehe..salama'ki de'...:)
BalasHapusselesai pi baru ditau, masakan apa jadinya.. ^ ^
BalasHapusbiasanya kalu cowo kapok diajak ke pasar ga mau mau lagi... ckckckkkk
BalasHapus