Selasa, 11 Januari 2011

Unstoppable (2010)

Karena keteledoran seorang petugas, Kereta kargo 777 meluncur di jalur utama tanpa awak. Dengan gerbong bermuatan zat kimia berbahaya dan mencapai kecepatan 70km/jam, 777 semakin tidak terkendali, segala upaya sudah dilakukan mulai dari menghambat kereta dengan kereta lain dari depan, berusaha menggulingkan dari rel tapi hasilnya NihiL. Beruntung seorang masinis berpengalaman selama 28 tahun Frank Barnes (Denzel Washington) dan kondektur kereta yg masih baru Will Colson (Chris Pine) dalam kereta 1206 mengambil inisiatif untuk memperlambat laju 777 dengan cara menarik dan menahannya dari belakang meski nyawa serta kerjaan mereka menjadi taruhan, tapi hal ini pun tdk berjalan mulus. 

* Penilaian subjektif: Cerita sederhana untuk sebuah film (meski kejadiannya sendiri sangat luar biasa) yg terinspirasi dari sebuah kisah nyata, namun sang sutradara berhasil meramunya dengan Alur yg menegangkan nan memukau dengan embel-embel problem individu tokoh pemerannya sebagai pelengkap.
Point 8/10

Pemain :   Denzel Washington, Chris Pine and Rosario Dawson
Sutradara : Tony Scott
Penulis : Mark Bomback
Genre : Action, Thriller

Lihat juga:


perBedaanya

- Diluar negri (barat n sekitarnya), mereka cenderung mengangkat Dunia geLamor,
foya2 dan Hura2.. yg bagi sebagian warga kita adaLah haL yg berLebih2an
daLam sebgian besar ReaLity Show mereka.
( Get party- Pimp My Ride- Bag TraveL- The Swang)

- Reality Show dLm negri kebayakan -kLo kita tdk mau menyebutnya semua-
mengEkspLoitasi kemiskinan, kesedihan dan Rasa iba.
(kLaupun ada yg Lain, diCurigai barang Impor dr Luar)
Memang bginiKah gambaran org indonesia pd Umumnya,
atau hanya krn pelaku industri perteLevisian kita yg terLalu maLas berfikir
sehingga yg muncuL kmdian HaL yg itu2 sj atau HaL yg bgt2 saja.
(Uang Kaget- ToLong- Bedah Rumah- 10x Lipat)

.perbedaan antara Reality Show daLam dan Luar negri
PaLing tdk bgt yg sy amati sbg Orang Awam
yg kbtuLan terLahir d Negri tercinta Indonesia Raya.

by Usman 29 Oktober 2009

Lihat juga:
- Uforia ramadhan
- Maling teriak jambret
- Teman

Doping

Saat aku berada d sekitar orang2 yg aku Cintai
dan bs tertawa sekeras-kerasnya
Meski bukan d Surga.. .
ituLah saat terbaik dalam hidupKu.

SebaLiknya ketika aku sendiri.. .
maka tibalah aku pada titik nadir terendah daLam hidup

Game,Movie dan media hiburan lainnya
Menjadi Doping penghiLang rasa saKit.

by Usman 17 Oktober 2009

Lihat juga :
- Sabda alam
- Aku malu
- Si janggut dan si cadar

Senin, 10 Januari 2011

Kisah Perang Badar


Pada bulan Shafar, awal bulan ke-12 sejak hijrahnya Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa sallam (Saw) ke Madinah, untuk pertama kalinya Rasulullah Saw keluar dengan tujuan berperang. Peperangan ini dikenal dengan sebutan Perang Widan. Inilah permulaan disyariatkannya sebuah peperangan dalam Islam.
Perang ini bertujuan memerangi kaum Quraisy dan Bani Hamzah. Sayangnya, meski persiapan sudah matang, peperangan tak sempat berkecamuk. Sebab, Bani Hamzah menawarkan perdamaian. Rasulullah Saw bersama para sahabat kemudian kembali ke Madinah.
Selang beberapa saat, Rasulullah Saw mendengar berita kedatangan kafilah kaum Quraisy di bawah pimpinan Abu Sufyan bin Harb dari Syam. Kafilah ini menuju Mekah.
Abu Sufyan adalah musuh kaum Muslim. Mengingat dulu, saat kaum Muslim masih berada di Mekah, harta mereka banyak yang dirampas oleh kafir Quraisy, maka Rasulullah memerintahkan untuk mencegah iring-iringan kafilah tersebut dan merampas barang bawaan mereka sebagai gantinya.
Anjuran Rasulullah Saw ini hanya disambut oleh sebagian kaum Muslimin di Madinah. Mereka menyangka, seperti halnya pada Perang Widan, tak bakal terjadi peperangan.
Pada suatu malam di bulan Ramadhan, berangkatlah sekitar 314 orang Muslim, langsung dipimpin Rasulullah, dengan membawa 70 ekor unta. Setiap unta ditunggangi secara bergantian oleh dua atau tiga orang.
Rencana penyerangan ini bocor. Abu Sufyan, setelah mendengar rencana penghadangan ini, segera mengutus seorang kurir bernama Dhamdham bin Amer Al Ghiffari ke Mekkah untuk meminta bantuan kaum Quraisy. Ia khawatir harta kekayaan yang sedang ia perniagakan direbut oleh kaum Muslim.
Demi mendengar berita dari utusan Abu Sufyan, seluruh kaum Quraisy dengan serta merta menyiapkan diri lalu berangkat meninggalkan Mekah menuju Madinah dengan tujuan berperang. Tak seorang pun dari tokoh Quraisy yang tertinggal. Jumlah pasukan kira-kira 1.000 personil.
Awalnya, pasukan Muslim tak mengetahui keberangkatan bala bantuan tersebut. Sementara iring-iringan kafilah Abu Sufyan telah berhasil meloloskan diri dengan menyusuri mata air Badar, terus ke pantai, lalu menuju Mekkah.
Setelah mengetahui rencana penghadangan gagal dan bala tentara Quraisy dalam jumlah besar akan menyerbu kaum Muslim, Rasulullah Saw segera mengumpulkan para sahabatnya kaum Muhajirin. Dalam keadaan tak memiliki pilihan lain kecuali berperang untuk mempertahankan diri, Rasulullah Saw masih sempat meminta dukungan kepada para sahabatnya.
Ternyata, meski jumlahnya sedikit, semangat kaum Muhajirin untuk berjihad tetap menyala. Apalagi, perang sudah disyariatkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala (Swt).
Kaum Quraisy, di bawah pimpinan Abu Jahal, mulai berjalan ke arah lembah Badar. Lembah ini memang sejak lama diincar oleh Abu Jahal untuk diduduki. Mereka bergerak sampai ke salah satu sisi lembah Badar.
Sedangkan pasukan Muslim, dipimpin Rasulullah Saw, tiba di pinggir yang berseberangan. Posisi mereka nyaris berhadap-hadapan di dekat mata air Badar.
Salah seorang sahabat, Al Habab bin Mundzir Radhiyallahu ‘anhu (Ra), bertanya kepada Rasul Saw, ”Ya Rasulullah, apakah dalam memilih tempat ini Anda menerima wahyu dari Allah Swt yang tidak dapat diubah lagi? Ataukah berdasarkan taktik peperangan?”
Rasulullah Saw menjawab, ”Tempat ini kupilih berdasarkan pendapat dan taktik peperangan!”
Al Habab mengusulkan, ”Ya Rasulullah! Jika demikian, ini bukan tempat yang tepat. Ajaklah pasukan pindah ke tempat air yang terdekat dengan musuh. Kita membuat kubu pertahanan di sana dan menggali sumur-sumur di belakangnya. Kita membuat kubangan dan kita isi dengan air hingga penuh. Dengan demikian kita akan berperang dalam keadaan persediaan air minum cukup, sedangkan musuh tidak akan memperoleh air minum!”
Rasulullah Saw menjawab, ”Pendapatmu cukup baik!” Lalu, pasukan Muslim bergerak ke tempat yang diusulkan oleh Al Habab bin Mundzir Ra.
Ketika tentara musyrik Quraisy dengan angkuhnya maju menuju lembah Badar, Rasulullah Saw segera mengangkat tangannya ke langit, seperti dilakukan oleh Nabi-nabi Bani Israil, dan berdoa, ”Ya Robbi! Jika pasukan kecil ini sampai binasa, tidaklah akan ada lagi yang menyembahMu dengan hati yang ikhlas!”
Rasul Saw terus memanjatkan doa kepada Allah Swt dengan khusyuk seraya menengadahkan kedua telapak tangan ke langit.
Abu Bakar Ash Shidiq Ra, yang melihat kesedihan di wajah Rasulullah Saw, berusaha menenangkan hati junjungannya itu seraya berkata, ”Ya Rasulullah, demi diriku yang berada di tangan-Nya, bergembiralah! Sesungguhnya Allah pasti akan memenuhi janji yang telah diberikan kepadamu!”
Lalu, tiga orang Quraisy maju ke lapangan terbuka yang memisahkan kaum Muslim dan kaum Quraisy. Inilah kebiasaan orang Arab saat pertempuran akan dimulai: duel satu lawan satu. Tiga sahabat Rasul Saw, Hamzah, Ali bin Abu Thalib –dengan pedang bercabang dua yang diberi nama Zulfikar– dan Abu Ubaidah, menerima tantangan itu.
Pertarungan berlangsung seru. Akhirnya, Hamzah, Ali, dan Abu Ubaidah, memenangkan pertarungan. Dengan kemenangan ini semangat kaum Muslim semakin membara. Sebaliknya, kaum Quraisy semakin ketakutan.
Pertarungan pun kemudian berubah menjadi pertarungan umum. Dan, benarlah Abu Bakar Ash Shidiq Ra bahwa Allah Swt tak pernah mengingkari janji-Nya.
Tertulis dalam Al-Qur`an surat Ali Imran ayat 3, yang artinya, ”Sesungguhnya telah ada tanda bagi kamu pada dua golongan yang telah bertemu (bertempur). Segolongan berperang di jalan Allah dan (segolongan) yang lain kafir yang dengan mata kepala melihat (seakan-akan) orang-orang Muslim dua kali jumlah mereka. Allah menguatkan dengan bantuan-Nya siapa yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai mata hati.”
Juga pada surat yang sama ayat 123 hingga 126, ”Sungguh Allah telah menolong kamu dalam peperangan Badar, padahal kamu adalah (ketika itu) orang-orang yang lemah. Karena itu bertakwalah kepada Allah, supaya kamu menjadi orang yang bersyukur. (Ingatlah), ketika kamu mengatakan kepada orang Mu’min, ‘Apakah tidak cukup bagi kamu Allah membantu kamu dengan tiga ribu malaikat yang diturunkan (dari langit)? Ya (cukup), jika kamu bersabar dan bersiap-siaga, dan mereka datang menyerang kamu dengan seketika itu juga, niscaya Allah menolong kamu dengan lima ribu malaikat yang memakai tanda.’ Dan Allah tidak menjadikan pemberian bala bantuan itu melainkan sebagai kabar gembira bagi (kemenangan)mu, dan agar tenteram hatimu karenanya. Dan kemenangan itu hanyalah dari Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”
Orang Mekah berhasil dipukul mundur. Mereka menderita kekalahan besar. Banyak pemimpin mereka yang tewas.  Abu Jahal, salah satunya, jatuh sebagai korban kesombongannya yang tidak terkendalikan.
Dari pihak kaum musyrik, terbunuh 70 orang dan tertawan 70 orang. Sedangkan dari pihak kaum Muslim gugur sebagai syuhada 14 orang.
Tentara musyrik yang tertawan itu diperlakukan secara baik oleh kaum Muslim, kecuali dua orang, salah satu dari keduanya adalah Nazr bin Harits –seperti tertulis dalam Al-Qur`an surat Al Anfal ayat 32. Keduanya dihukum mati karena kebenciannya yang sangat kepada kaum Muslim.
Sementara tawanan yang lain diperlakukan dengan rasa kemanusiaan yang amat besar. Atas perintah Rasulullah Saw, mereka tak boleh disakiti. Bahkan, kaum Muslim membagi makanannya sendiri kepada para tawanan itu. Roti yang paling baik diberikan kepada kaum kafir yang malang, sementara kaum Muslim cukuplah menyantap buah korma saja. Para tawanan naik kendaraan, sementara pasukan Muslim hanya berjalan kaki. Mereka benar diperlakukan layaknya seorang tamu. [Sahid/www.hidayatullah.com]
repost : http://almimbar.org/kajian/sirah-nabawiyah/kisah-perang-badar

Link terkait:
- Wikipedia/Pertempuran Badar
Lihat juga :
- Kisah beberapa orang rasul
- Surah Al-Anfal(8), Al-Quran Online

Wanita Tua

Ia melintas waktu Bus yg kutumpangi sedang diperbaiki.
Pic taken 19 Maret 2010
SGH U800
Tepi jalan trans sulawesi

















Lihat juga :
-  Fanatisme dan kecintaan kepada PSM
-  Gangguan jiwa di sudut kota kapurung

Minggu, 09 Januari 2011

Nobita's Dinosaur (Jepang)

Nobita menemukan sebuah bongkahan yg disangkanya adalah sebuah telur fosil, di dorong rasa penasaran bercampur keinginan pamer kepada Giant dan Zuneo, Nobita meminta bantuan Doraemon demi mewujudkan keinginannya.  Tapi bukan Nobita namanya kalo tdk membuat masalah.. 

* Penilaian subjektif : Doraemon The Movie yg satu ini berbeda dengan film-film Doraemon sebelumnya, Grafik yg lebih baik dan tampilan gambar yg setia dengan versi komiknya terlihat lebih ekspresif. alur cerita petualangan Nobita dan kawan-kawan dalam mengembalikan Pisuke (Dinosaurus) ke habitatnya yg seru sekaligus mengharukan saat Nobita harus berpisah dengan pisuke yg telah ia rawat sejak keciLpun terasa lebih dewasa ketimbang kekanak-kanakan tapi tetap polos layaknya anak kecil.    
Point 7/10

Pemain : Gekidan Hitori, Yumi Kakazu and Ryûnosuke Kamiki
Sutradara : Ayumu Watanabe
Penulis : F. Fujio Fujiko (manga series)
Realeas : 2006


Buka juga :

Sabtu, 08 Januari 2011

MaLing Teriak Jambret

Maling teriak jambret, Ada yg saLah..?

Maling berteriak jambret d tengah kerumunan perampok dan cOpet
di saksikan Langsung dengan mata kepala sendiri oLeh pembohong.

Ha Ha Ha . .

Yang jujur hanya kebagian peran Figuran.

*Dedicated tO my beLoved nation.

by Usman 8 september 2009
http://www.facebook.com/note.php?note_id=169538850217 
Lihat juga :
- Nasionalisme / Tradisi