Kamis, 30 Desember 2010

Nikmatnya Iman, Menenangkan Hati dan Pikiran (Buku)

Catatan ini hanya bertujuan untuk mendokumentasikan point-point yg saya anggap sebagai inti dari buku ini, semoga tdk melenceng dari apa yg penulisnya maksudkan.





Kata Pengantar. Buku ini menguraikan tentang nikmatnya Iman, yaitu menenangkan hati dan pikiran. Hal ini didasarkan atas asumsi bahwa iman itu tdk statis, sebagaiman dihayati oleh umumnya orang selama ini, tetapi dinamis, sehinga menimbulkan kegairahan hidup manusia.
Iman juga melahirkan motivasi dan keteguhan hati untuk berbuat baik dan meninggalkan perbuatan buruk. Dengan kondisi iman seperti ini, maka perbuatan yg baik akan menenangkan hati dan pikiran. Sebaliknya, perbuatan yang buruk menimbulkan kegelisahan dan kesengsaraan.
Kemudian dengan kondisi iman seperti itu juga orang tidak akan kecewa atau frustrasi bila ikhtiarnya tdk mencapai hasil yg diharapkan, karena percaya bahwa Allah pasti akan memberikan yg lebih baik. Hanya saja mungkin pekerjaan itu memerlukan ikhtiar yg lebih keras, perhatian yg lebih besar, pengetahuan/keterampilan yg lebih tinggi dan cara kerja yg lebih disiplin.

Pendahuluan. Umumnya org yg beragama, termasuk islam, pada mulanya karena faktor keturunan. Hanya saja setelah beriman ada yg mendalami imannya, iman org yg seperti ini didasari kesadaran yang mendalam sehingga dapat merasakan nikmatnya Iman.
Tetapi pada umumnya org islam diduga kuat masih disebabkan oleh factor keturunan, sehingga salah satu tantangan tantangan besar yg dihadapi adalah menjadikan iman itu sebagai nilai spiritual yg mendatangkan kenikmatan .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar